The Script

script_1130830a

The Script

Berawal dari menonton acara “My Trip, My Adventure” di Trans 7, ada jingle yang selalu berulang-ulang, dan lama-lama sepertinya enak didengar. Mencoba mencari terus lagu apa dan siapakah penyanyinya. Sekian lama akhirnya dapat juga, ternyata lagu tersebut berjudul “Superheroes” yang dinyanyikan oleh “The Script”.

Terus terang, belakangan ini saya tidak mengikuti perkembangan musik. Lagu yang sering didengarkan adalah lagu-lagu era tahun 90 an sampai 2000 an. Karena melihat perkembangan musik sekarang sepertinya monoton. Terutama untuk lagu-la ” gu Indonesia. Acara musiknya apalagi, temanya sih acara musik, tapi ternyata cma acara gosip ria.

Ya, kembali ke “The Script”, rasa penasaran saya ternyata semakin bertambah, dengan lagu ” The Man Who Can’t Be Moved” , irama lagu rock bercampur balada. Tetapi tidak hanya itu, semakin kemari ternyata banyak-banyak lagu yang sering saya dengar, juga merupakan hasil karya band satu ini. Bahkan lebih berwarna, ditambah dengan liriknya yang agak nge-rap , mirip band Linkin’ Park.

Sampailah pada discographynya, siapakah band ini. Band ini ternyata berasal dari Dublin Irlandia, bukan dari Amerika seperti perkiraan saya (Karena lagu-lagunya ada unsur rap nya). Ditambah lagi di lagu yang berjudul “Hall of Fame” mereka berkolaborasi dengan sang rapper Will I am, tambah memperkuat dugaan saya dari Amerika. Dan ternyata salah.

Vokalisnya bernama Danny O’ Donoghue, Gitaris Mark Sheehan, dan drummernya adalah Glen Power. Sudah meluncurkan 4 album dari tahun 2008 sampai album terakhir yang berjudul ” No Sound Without Silence” yang keluar di tahun 2014.

Iramanya cukup menghentak, nge-beat, variatif, lirik-liriknya juga sangat inspiratif. Sepertinya band ini bisa menjadi band favorit kalau “mood” lagi “low”.

Ini lagu yang menjadi favorit

 

 

 

 

Janji

janjiTidak hanya orang yang dimabuk cinta, yang selalu menghiasi dengan segala janji, tapi juga dalam pekerjaan orang juga selalu berjanji. Karena janji adalah komitmen. Karena janji juga adalah ukuran kemampuan seseorang dalam bekerja secara profesional. Jika tidak bisa berjanji maka bisa dikatakan diragukan keprofesionalannya. Itu bisa diterima jika berada pada posisi suatu pekerjaan tersebut tidak membutuhkan hal-hal penunjang eksternal.

Tapi sebenarnya butuh banyak proses agar semua pekerjaan bisa berjalan dengan baik. Di satu sisi jika terlalu mudah berjanji, maka justru akan berpengaruh pada kondite dan nama baik personal. “Proses” itu yang tidak banyak diketahui oleh yang menagih janji.

Dalam hal pekerjaan banyak yang meminta kepada saya berapa lama tenggat waktu untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Suatu pertanyaan yang sangat sulit karena “proses” itu tadi yang sebagian besar bukan pekerjaan utamanya, tetapi penunjang pekerjaannya. Hal ini tidak bisa diabaikan karena menjadi satu mata rantai dalam proses pekerjaan. Tak ayal, saya harus pintar bernegosiasi atau mungkin tepatnya berkonsolidasi, agar mendapatkan satu komitmen lunak. Tentu saja, pekerjaan tersebut tetap harus dikerjakan, setelah semua rangkaian proses terlampaui.

Hal penting lainnya adalah, komunikasi yang baik, agar bisa terjalin suatu kepercayaan tanpa mewajibkan komitmen. Sehingga, semua hasil pekerjaan bisa dikerjakan dengan baik, tanpa ada tekanan atau tenggat waktu, yang bisa berefek pada hasil pekerjaan yang kurang baik.

Jadi, memang janji atau komitmen adalah hutang. Jika ingin berjanji pastikan dan yakinkan bahwa semua rantai proses bisa terlalui. Kalau tidak yakin, niatkan dan yakinkan sang pemberi pekerjaan agar bisa menerima alasan-alasan kita, bukan untuk menghindari pekerjaan, tapi memberikan ruang waktu yang cukup untuk menyelesaikan prosesnya.

Manajer

manajerKomunikasi dan koordinasi menjadi poin utama dalam sebuah organisasi. Tanpa itu, semua pekerjaan atau kegiatan akan berjalan tanpa arah. Sehingga tujuan yang dimaksud besar kemungkinan tidak akan tercapai. Dan ternyata inilah yang saya bayangkan menjadi seorang manajer. Sangat sulit mempengaruhi orang agar melakukan apa yang kita minta. Mau tidak mau suka atau tidak suka, terkadang akhirnya kita sendirilah yang mengerjakan pekerjaan itu. Jika sampai begitu, maka itulah kegagalan seorang manajer.

Terus terang, modal dasar pengalaman dalam berorganisasi saya sangatlah minim. Ternyata saya harus menghadapinya sekarang. Banyak hal yang harus saya pelajari, dan yang paling sulit adalah membuat orang mengerjakan sesuai keinginan kita.

Tantangan yang paling besar adalah menciptakan orang yang mau bekerja karena tanggung jawabnya, bukan karena ada iming-iming terlebih dahulu. Akibatnya agar mau melakukan suatu pekerjaan, harus menyiapkan modal khusus dulu agar bisa bergerak. Dan memang saya perhatikan, sepertinya harus begini. Seorang manajer harus berkorban terlebih dahulu. …. Nasib…nasib

Kelinci

DSC_0016

Si Upik Abu 

Memelihara binatang merupakan suatu pekerjaan yang agak merepotkan bagi saya. Sudah beberapa kali mempunyai binatang peliharaan namun, beberapa kali pula tidak bertahan lama. Dan semuanya berakhir dengan kematian binatang itu sendiri. Namun kali ini saya tidak bisa menolak keinginan sang anak untuk mempunyai binatang peliharaan lagi. Apalagi saya juga tergoda dengan imut dan kelucuan binatang berbulu satu ini.

Jadi ini adalah untuk kedua kalinya kita memelihara kelinci. Yang pertamat kelincinya. Makanan kelincinya berupa pelet yang berbentuk bulir-bulir kecil sebesar kerikil. Tentu saja, sang kelinci kecil tak bisa memakan pelet tersebut. Akhirnya, kita mencari rumput dan sedikit sayuran-sayuran sisa seperti kangkung, dan wortel.

Tapi ternyata, makanan favoritnya adalah kangkung. Sehingga hampir setiap hari saya beri kangkung. Dan apa yang terjadi ? Seminggu kemudian, salah satu kelinci mengalami mencret. Dia menjadi pendiam dan sulit makan. Inilah yang saya takutkan, dengan gejala mencret ini pasti ada yang salah dengan pencernaannya. Akhirnya berhenti memberi pakan kangkung. Tapi, ternyata tindakan ini sepertinya sudah telat. Tiga hari kemudian sang kelinci akhirnya mati.

Berdasarkan info, kelinci adalah binatang yang tidak senang hidup sendiri. Akhirnya membeli kembali, satu ekor kelinci berwarna abu. Kalau saya menyebutnya si Upik Abu, tapi anak-anak memanggilnya Cucu. Dan memang itu terbukti, pasangan sang kelinci yang mati tadi menjadi lebih girang dibandingkan sebelumnya. Info yang didapat adalah bahwa makanan kangkung ternyata tidak cocok untuk kelinci yang masih kecil atau anak-anak. Karena menimbulkan gas, yang bisa mengganggu pencernaannya. Oleh karena itu sejak itu, makanan adalah rumput, walaupun dengan susah payah juga harus mencarinya.

Dan kini setelah 6 bulan, kelinci-kelinci itu bertambah besar. Bahkan ruangan kandangnya sudah tidak mencukupi lagi. Bisa jadi, kelinci-kelinci inilah yang memegang rekor sebagai binatang peliharaan terlama.

ON LINE SHOP

Media sosial selain dipergunakan sebagai ajang utk pergaulan, juga dimanfaatkan untuk bisnis online. Akun2 tersebitdibuat menampilkan barang dagangan, dengan seni potograpi sebaik mungkin agar memikat pembeli.

Btw..ada kejadian unik hari ini mengenai Online Shop. Kebetulan istri saya memang tertarik dengan barang yg ditampilkan dalam satu poto di akun seseorang yg dibuat memang utk bisnis. Dengan mengirimkan pesan inbox dia menanyakan spesifikasi barangnya. Tp sebnarnya  dlm hati istri saya masih was2 dan khawatir bahwa ini adalah bagian dari “tipu2”. Oleh karena itu, bertanyalah dia kepada saya.
“Yah..ini bener gak akunnya?”
“Ya coba aja cek dlu..dri komen2 pembeli yang laen bagaimana..”
“Nah terus bahan ini ..emng kualitas bagus ?”
“Coba cek di google ..”

Pas cek di google ..ternyata dia menemukan barang yg sama persis dengan yg ingin dipesan di akun media sosial sang penjual, tp perbedaannya adlh harganya justru lebih murah.

“Loh ..ini ada yg lebih murah !?”. Saya trtawa.., dan tentu saja istri saya membatalkan keinginannya utk membeli. Tp ternyata, hal ini tidak ditanggapi dengan baik oleh si penjual, dengan marah dan kecewa, dia mengatakan bahwa istri saya telah ingkar, padahl tdak ada satu katapun ada kata memerintah “pesan” .., pertanyaan yg ada adlh sebatas mencari data dan spesifikasi barang agar yakin.
“Sudahlah..ga usah terlalu dipikirkan, yg salah ya sistem dagangnya dia, blum ada komitmen apapun sdh maen pesen dluan. Yg namanya bisnis online, tingkat kewaspadaannya hrus tinggi,..tp ini tidak diimbangi kewaspadaan si penjualnya, jadinya..ya salah sendiri”.

Ahh., namanya juga wanita, ..,kadang2 silap mata ..hahahaha

Sirup Ketika Berbuka Puasa

Puasa telah berjalan hampir semiggu, tak ada hal yang spesial sebenarnya, tapi semua itu menjadi sebuah senyuman kecil, ketika anak saya, menyampaikan cerita kepada saya. Kira-kira seperti ini dialognya..

“Ayaahh..tadi teman ayah nanya, kalau buka puasa makanan dan minumannya apa?”

“Terus, kamu jawab apa ?”

“Ya..Iki jawab, air putih sama jajan dan makan nasi “

“Terus??”

” Ya..temen ayah bilang, kok pelit amat sih masa cuma air putih doang, ga pake sirup “

” Terus menurut Iki..ayah pelit gak ?”

” Peliitt… “

Saya tertawa, tapi saya biarkan dia bicara apa adanya. Ya ..begitulah, di mata anak-anak seumuran itu, pasti ketika puasa akan mendambakan sesuatu yang enak-enak, sama juga ketika kecil saya berpuasa. Bayangan yang ada didepan mata adalah selalu makanan dan minuman yang enak-enak. Dan kebetulan, orang tuapun  juga senang masak, dan juga senang makan yang enak-enak. Makanya, keinginan saya waktu kecil dengan keinginan orang tua terutama ibu pada waktu itu nyambung. Jadilah kita makanan yang enak-enak setiap buka puasa. Sirup dengan rasa macam-macam dan hidangan makanan segala rupa sudah terhidang di meja sebelum berbuka puasa. Dan itu benar-benar cobaan yang menyiksa dikala itu.

Sampai pada akhirnya, ada kejadian yang dialami oleh saya. Begitu besarnya keinginan untuk menyantap, sehingga semua hidangan dalam sekejap habis. Tidak lama kemudian ada tetangga datang membawakan hidangan juga, itu juga saya sikat habis. Apa yang terjadi kemudian ?? Menjelang tengah malam, perut saya terasa keras sekali, sangat sakit. Kalau orang busung lapar, perut menggembung karena terlalu banyak udara, tapi kalau saya sebaliknya. Perut menggembung karena terlalu banyak makan. Istilah orang Sunda namanya “kemerekaan”. Peristiwa ini saya rasakan hingga beberapa jam ke depan, bahkan sampai menjelang sahur. Begitu tersiksanya, tidur tidak bisa, mengeluarkan makanan dengan proses pencernaan normal pun tidak bisa. Terapi yang dilakukan waktu itu ialah menggunakan botol bekas sirup, kemudian diisi dengan air hangat, terus dipilin di perut. Benar-benar membuatku nyaman.

Sejak kejadian itu, trauma untuk makan besar lagi. Dan seperti kata pak ustadz bilang, itulah namanya hawa nafsu, kalau tidak dikendalikan ya akhirnya yang tersiksa diri sendiri. Tapi ini tidak hanya selesai sampai disini. Selesai Ramadhan dan kemudian Lebaran atau Idul Fitri, ternyata menyisakan juga persoalan, salah satunya ya .. biaya bayar hutang makin tinggi. Ternyata apa yang dilakukan ibuku untuk menyenangkan diriku itu berasal dari hutang.

Pelajaran yang saya dapat dari peristiwa tersebut adalah, sebenarnya bulan Puasa justru mendidik saya memahami akan hidup sederhana. Hidup yang tidak selalu dikendalikan nafsu manusiawi. Saya perhatikan bahwa, tingkat konsumsi  masyarakat Indonesia justru meningkat dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya. Padahal secara teoritis harusnya justru berkurang, karena kita berpuasa selama 12 jam. Akhirnya yang terjadi adalah, harga semakin mahal, dan tentu saja pemerintah telah mencatat, selalu setiap tahun inflasi yang terbesar itu terjadi pada bulan Ramadhan.

Makna Ramadhan, kenyataan memang semakin bergeser. Kalau kita hanya memikirkan masalah makanan dan minuman, maka hanya selesai sampai pangkal kerongkongan, ujung-ujungnya tetap menjadi feses. Mengendalikan diri merupakan bagian penting. Ada saatnya saya berbuka dengan sirup, tetapi ada saatnya berbuka dengan air putih biasa. Lebih penting dari semua itu adalah, belajarlah untuk tetap sederhana. Membiasakan sederhana dengan pelit, mungkin beda tipis, tapi dengan membiasakan hidup sederhana, apapun masalah kedepannya dengan segala macam materi, maka kita akan “kebal” terhadap masalah itu.

Alat-alat Elektromedik

DSC00014

X-Ray Mobile

Banyak orang  mempunyai persepsi yang salah tentang alat Elektromedik. Hanya dengan ada akhiran ” medik” dibelakang “elektro” maka orang akan berpendapat bahwa itu adalah alat medik/medis. Sehingga bisa digeneralisir bahwa alat elektromedik itu adalah sama dengan alat kesehatan. Sedangkan definisi alat kesehatan itu sangatlah luas, seperti yang tertera pada Undang-Undang Kesehatan no.36/2009. Sebegitu luasnya, maka gunting pun yang digunakan untuk memotong bagian tubuh pun, dikatakan sebagai alat kesehatan. Oleh karena itu, alat elektromedik bisa dikatakan sebagai bagian spesifik dari alat kesehatan.

Baik, mari kita kaji secara etimologinya, terdiri dari dua kata, yaitu : “elektro” dan “medik”. Elektro, bisa dikatakan adalah sesuatu hal atau benda yang berkaitan dengan arus listrik. Sedangkan Medik, seperti biasanya ada kaitan dengan kesehatan. Jadi kalau diartikan secara kasar bisa seperti begini, Elektromedik adalah segala atau sesuatu alat kesehatan yang dialiri listrik sebagai sumber utamanya untuk alat itu dapat bekerja. Dengan definisi tersebut maka penggolongan alat kesehatan semakin menyempit.

Syringe Pump

Syringe Pump

Jadi, alat apa sajakah yang termasuk dalam alat elektromedik ? Ya..kata kuncinya elektro dan medik, contohnya ya jelas banyak, seperti X-Ray, menggunakan listrik untuk bisa mendiagnosa pasien, Incubator menggunakan listrik untuk bisa melakukan terapi kepada pasien, dan seterusnya.

Ultra Sound Nebulizer

Ultrasound Nebulizer

Loh..jadi Tensimeter bukan alat elektromedik dong ? Kita lihat dulu, tensimeternya jenisnya seperti apa. Jika tensi itu menggunakan listrik, ya masuk dalam kategori alat elektromedik, tapi kalau sebaliknya, contohnya adalah tensimeter merkuri atau air raksa, maka berdasarkan 2 kata kunci diatas, ya tentu saja bukan. Tensimeter cuma masuk dalam kategori alat kesehatan saja, bukan alat elektromedik.

Sebenarnya apa fungsinya ? Bagi orang lain, hal seperti ini tidak ada kaitannya sama sekali dengan kegiatan terapi atau pengobatan, tapi,  bagi profesi sebagai Teknik Elektromedik, maka hal seperti ini sangat penting. Karena apa ? Cakupan luas tentu akan membuat tugas dan tanggung jawab menjadi berat dan berlebih. Bayangkan jika harus memperbaiki gunting yang patah, padahal jika alat tersebut patah maka tentu saja sudah tidak bisa dipakai, kalaupun bisa penggunaannya tentu tidak maksimal.

Kenyataannya memang diberbagai tempat baik di rumah sakit negeri ataupun swasta, institusi kesehatan negeri ataupun swasta, tuntutan terhadap Teknik Elektromedik sangatlah tinggi. Tapi harapan tingginya, karena berharap seorang Teknisi Elektromedik bisa memperbaiki segala macam alat kesehatan, dan itulah stigma yang terjadi sekarang ini.

Oleh karena itu sangat penting bagi lulusan-lulusan Teknik Elektromedik, mengetahui kapasitas dirinya dan mengetahui sejauh mana tugas dan tanggung jawabnya, dalam mengemban profesi.