Rinjani Beach Eco Resort

Akhir tahun 2015 sudah diniatkan untuk berencana jalan-jalan sekeluarga. Kebetulan waktu yang sangat memungkinkan karena bertepatan dengan liburan anak sekolah pergantian semester. Agar terencana dengan baik maka digunakanlah aplikasi pencari hotel “TRAVELOKA”. Tujuan sudah ditetapkan, yaitu daerah di Lombok Utara, hanya saja hotelnya yang belum menemukan. Mengapa Lombok Utara ? Karena Senggigi sudah terlalu “mainstream”. Tapi tidak juga trio Gili, yang juga berada pada satu daerah kabupaten Lombok Utara. Karena Gili terlalu banyak orang asing pada awal tahun, khawatir akan mengganggu kenyamanan piknik berkeluarga.

Setelah terseleksi ada muncul 1 nama yang menarik perhatian, karena mempunyai rating yang lumayan, yaitu Rinjani Beach Eco Hotel.

DSC_0265

Pintu masuk

Istilah “Eco” menjadi nilai jual tersendiri, karena sekarang sedang trendy yang namanya ramah lingkungan. Pada akhirnya, pilihan Rinjani Beach Eco Hotel inilah keputusan akhirnya.

Jangan bayangkan anda berpikir bahwa ini adalah seperti hotel-hotel yang lain. Kata “eco” menjadi pembeda. Hotel dibuat menjadi resort, sehingga terdiri dari beberapa bungalow yang terbuat dari bambu. “Eco” disini bertujuan untuk kembali kepada alam, sehingga temanya sebagian besar adalah alami, contohnya, seluruh bungalow terbuat dari Bambu.

Selain itu, lokasi tempat ini sangat terasing. Agak kedalam dari jalan raya utama, tapi anehnya, tetap ada pengunjung atau tamu.  Ruang resepsionis berada di restoran. Setelah cek in, maka kami diantar ke bungalow yang dituju. Kelas yang kami pilih “Bacpacker Bungalow” yang merupakan fasilitas terendah. Tak ada tipi, Tak ada air panas, double bed, dan tak ada pendingin, cuma kipas aja.

DSC_0184

Restoran

Tersedia kolam renang, lumayan untuk anak-anak. Pantai dengan ombak yang tenang dan cukup sepi. Cukup nyaman dari gangguan para pedagang. Restoran menyediakan makan pada waktu tertentu saja, contohnya, makan pagi dari jam 06.30 – 10.00 WITA, makan siang 12.00 – 15.00 WITA, dan makan malam 18.30 – 20.00 WITA. Selebihnya diluar jam itu kita hanya mendapatkan air minum aja. Harga makanan cukup mahal, belum termasuk pajak dan servis, total adalah 15% .

DSC_0183

Pandangan ke arah kolam renang dari restoran

Saya beri bintang tiga untuk tempat ini, karena kolam renang tidak sering dibersihkan. Restoran yang menunya terbatas, dan harganya yang cukup mahal. Untuk harga nasi goreng dan teh hangat anda harus membayar harga Rp. 45.000. Positifnya tempat ini cukup tenang dan jauh dari keramaian. Walaupun tidak ada televisi, tapi ada koneksi internet yang lumayan lah, walaupun tidak cepat-cepat amat.

DSC_0196

Bungalow kelas bacpacker

DSC_0206

Pantai

DSC_0200

Tempat beristirahat sambil memandangi pantai

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s