BABI VS SAPI

image

Pagi hari saya harus melayani debat dengan seorang ibu di media sosial dengan tema masalah BABI. Latar belakangnya adalah, di Semarang diadakan sebuah acara “PORK FESTIVAL” alias festival kuliner bertema daging babi.

image

Yang menjadi hangat adalah, ada sebuah ormas Islam yang menyatakan ketidaksetujuan acara tersebut. Padahal acara tersebut sudah mendapatkan ijin dari yang berwenang. Beberapa ada yang pro, dan beberapa pula ada yang kontra. Sampai pada akhirnya saling berteori, mengapa Babi diharamkan dalam Islam, sedangkan sapi tidak.

Semua orang telah tahu tentang cacing pita. Ya, binatang ini yang menjadi topik yang cukup menarik, yang dianggap sebagai mengapa babi diharamkan. Cacing pita hidup didalam kedua binatang ini. Yang hidup di babi adalah Taenia Solium dan yang hidup di sapi adalah Taenia Saginata.

Dari segi ukuran Taenia Saginata lebih kecil dibandingkan  Taenia Solium. Cacing pita tersebut mempunyai pengait untuk mengaitkan badannya pada organ tertentu. Tubuhnya beruas ruas, panjang, semakin jauh dari kepala, maka bagian ekornya semakin besar. Ketika bagian ekor melepaskan diri, maka bagian kepala akan tumbuh lagi bagian badannya. Itulah cara beregenerasinya.

Cacing pita dapat menimbulkan penyakit sistiserkosis atau Taeniasis. Yaitu suatu penyakit yang ditimbulkan karena infeksi dari cacing pita ini. Bahkan bisa sampai ke otak.

Pencegahannya adalah, daging harus dimasak dengan baik. Karena cacing pita rentan terhadap panas. Jika dimasak setengah matang, maka besar kemungkinan masih hidup, dan akan berkembang biak didalam tubuh manusia.

Jadi kalau mengatakan bahwa babi itu diharamkan karena ada cacing pitanya yang berbahaya bagi manusia, itu tidak benar, karena keduanya baik babi dan sapi juga sama-sama hidup cacing pita. Sama-sama punya potensi membahayakan bagi manusia. Hanya saja, jika ingin memakannya harus lewat perlakuan khusus. Memasaknya sampai matang agar cacing mati.

Babi sudah jelas diharamkan dalam Islam tapi tidak ada kaitannya dengan penyakit tertentu. Kalau dikaitkan dengan dengan penyakit tertentu, sapi juga bisa diharamkan, karena vektor virus Antrhax yang juga berbahaya bagi manusia. Namun, jika ada suatu festival seperti diatas, maka yang muslim ya tidak perlu ikut makan. Tidak perlu mencampuri bahkan mencela pihak yang membuatnya, memakannya, karena itulah pilihan mereka. Pastipun mereka sudah tahu dampak dan akibatnya, dan tentu saja juga sudah tahu bagaiamana perlakuannya supaya layak untuk dimakan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s