Kelinci

DSC_0016

Si Upik Abu 

Memelihara binatang merupakan suatu pekerjaan yang agak merepotkan bagi saya. Sudah beberapa kali mempunyai binatang peliharaan namun, beberapa kali pula tidak bertahan lama. Dan semuanya berakhir dengan kematian binatang itu sendiri. Namun kali ini saya tidak bisa menolak keinginan sang anak untuk mempunyai binatang peliharaan lagi. Apalagi saya juga tergoda dengan imut dan kelucuan binatang berbulu satu ini.

Jadi ini adalah untuk kedua kalinya kita memelihara kelinci. Yang pertamat kelincinya. Makanan kelincinya berupa pelet yang berbentuk bulir-bulir kecil sebesar kerikil. Tentu saja, sang kelinci kecil tak bisa memakan pelet tersebut. Akhirnya, kita mencari rumput dan sedikit sayuran-sayuran sisa seperti kangkung, dan wortel.

Tapi ternyata, makanan favoritnya adalah kangkung. Sehingga hampir setiap hari saya beri kangkung. Dan apa yang terjadi ? Seminggu kemudian, salah satu kelinci mengalami mencret. Dia menjadi pendiam dan sulit makan. Inilah yang saya takutkan, dengan gejala mencret ini pasti ada yang salah dengan pencernaannya. Akhirnya berhenti memberi pakan kangkung. Tapi, ternyata tindakan ini sepertinya sudah telat. Tiga hari kemudian sang kelinci akhirnya mati.

Berdasarkan info, kelinci adalah binatang yang tidak senang hidup sendiri. Akhirnya membeli kembali, satu ekor kelinci berwarna abu. Kalau saya menyebutnya si Upik Abu, tapi anak-anak memanggilnya Cucu. Dan memang itu terbukti, pasangan sang kelinci yang mati tadi menjadi lebih girang dibandingkan sebelumnya. Info yang didapat adalah bahwa makanan kangkung ternyata tidak cocok untuk kelinci yang masih kecil atau anak-anak. Karena menimbulkan gas, yang bisa mengganggu pencernaannya. Oleh karena itu sejak itu, makanan adalah rumput, walaupun dengan susah payah juga harus mencarinya.

Dan kini setelah 6 bulan, kelinci-kelinci itu bertambah besar. Bahkan ruangan kandangnya sudah tidak mencukupi lagi. Bisa jadi, kelinci-kelinci inilah yang memegang rekor sebagai binatang peliharaan terlama.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s