EMPATI DAN SINISME

image

Sabtu dini hari, 14 November 2015 dikejutkan beberapa bom dan penyanderaan di kota Paris. Korban jiwa yang meninggal mencapai ratusan, belum terhitung yang luka berat dan luka psikis serta trauma. Diduga motifnya adalah serangan balasan atas apa yang terjadi di Suriah/Syiria. Seketika itu juga, ISIS yang dikenal sebagai kelompok garis keras dalam Islam, mengatakan bertanggung jawab akan serangan ke Paris tersebut.

Sementara itu disisi lain dunia, banyak bersimpati dan prihatin. Tidak terlupa juga rakyat Indonesia. Namun sebagian rakyat Indonesia menanggapinya dengan nada sinis. Seperti pada sebuah komentar di media sosial diatas.

Saya kira, yang namanya kekerasan bahkan disertai  pembunuhan, pasti dikecam oleh seluruh agama. Apalagi dengan cara membabi buta tanpa pandang bulu. Semua orang pasti tahu,  apa yang terjadi di Timur Tengah. Timur Tengah seperti daerah yang anti kedamaian. Dan, negara-negara Timur Tengah sebagian besar adalah Islam.

ISIS, konflik Sunni-Syiah, Israel-Palestina, Yaman, Suriah, Libanon dan seterusnya membuat negara-negara ini menjadi negara tanpa ketenangan. Beberapa kali pihak negara lain mencoba untuk menengahi, tapi apa daya, sepertinya sia-sia. Karena selalu dipenuhi praduga yang tidak berdasar dan terbukti. Kemudian menyalahkan pihak lain yang mengakibatkan perpecahan. Sementara di Indonesia, ketika yang diserang adalah Islamnya, seperti Palestina, banyak yang berteriak “Kemanakah Dunia?” , tapi ketika muslim Sunni di Yaman, membantai kaum muslim Syiah, umat Islam di Indonesia terdiam. Menurut mereka Syiah bukan bagian dari Islam. Tapi ketika Ahmadi Nejad terang-terangan memerangi Israel, umat Islam Sunni menyanjungnya.

Islam hancur karena kepentingan politik. Tercerai berai dan tak bisa menunjukkan kehebatan apa dan siapa itu Islam. Bahkan di Indonesia saat ini, yang terjadi seperti api dalam sekam, mulai terasa banyak benturan, namun belum mencuat keatas.

Janganlah menjadi Islam yang membuat standar ganda. Mengatakan Islam adalah ‘rahmatan lil alamin namun disisi lain ikut mendukung (walaupun diam-diam) serangan Paris. Apapun alasannya, kekerasan dan menimbulkan korban jiwa adalah kejahatan. Tak akan bisa menjadi pembenaran agama (apapun). Berempatilah kepada siapapun yang terkena dampak kekerasan atau yang menjadi korban.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s