TANGERANG

Pesawat Batik Air ID 6951, mendarat tepat waktu pukul 8.55 WIB di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Banten. Untuk kesekian kalinya, kembali ke “negara” ini, dan sudah bisa dimaklumi dengan segenap keruwetannya. Urusannya pun berbeda ketika terakhir Lebaran kesini. Tak harus menunggu lama, saya pun naik DAMRI yang jurusan Lippo Karawaci, untuk mampir sebentar ke rumah, dan setelah itu menuju hotel tempat acara.

Menjelang siang, tujuan utama telah tercapai, yaitu hotel Great Western Resort, yang letaknya berdampingan dengan Istana Nelayan. Lokasi tepatnya berada di wilayah Kebon Nanas, Tangerang.

20151128_084647[1]

Kalau dari jauh, terlihat menara kembar, dan tentu saja yang paling mencolok dan paling dekat dilihat dari pinggir Jalan Tol Jakarta-Merak. Setelah Check-In, mendapat kamar dengan nomor 2617, sehingga bisa melihat panorama Kebon Nanas dan sekitarnya.

DSC_0132

 

 

 

 

 

 

 

 

Sejak awal 90’an sdh tinggal di Tangerang

DSC_0148

????????????????????????????????????

.Yang dulunya sepi, jalanan masih sempit, sekrang menjadi bagian dari titik kemacetan. Sekian lama merantau ke “negeri” seberang, hilang rasa kebal terhadap lelah mengantre, dan hawa panas. Dengan jarak 1 km, membutuhkan waktu 30 menit untuk sampai.

DSC_0134

Flyover Serpong

Jalan memang banyak dibikin, tapi terkesan sangat semrawut. Banyak perpotongan dan lampu merah. Jalan2 besar yang dibuat rata2 karna proyek pengembangan kawasan elit yang dbuat oleh Developer terkenal, seperti Gading Serpong dan Alam Sutera. Sedangkan daerah laen yang tidak terlintas kawasan elit, cma dilebarin sedikit aja, tpi yang lewat truk besar versi tronton double gardan, dengan tonase…waah. Jadi biarpun dibeton dan di hotmix tetep aja rusak, kayak akses di Lippo Karawaci.

DSC_0136

Bisa jadi kedepannya Tangerang jadi bagian dari wilayah DKI, karena spertinya antara Jakarta dan Tangerang udah ga da bedanya, bahkan ketika melewati batas daerah antara Jakarta dan Tangerang di Karang Tengah, tidak ada kesan yang spesifik perbedaan 2 daerah tersebut. Ditambah lagi macet, anda takkan merasa bhwa anda berada di wilyah Tangerang.

DSC_0148

Flyover Serpong @Night

EMPATI DAN SINISME

image

Sabtu dini hari, 14 November 2015 dikejutkan beberapa bom dan penyanderaan di kota Paris. Korban jiwa yang meninggal mencapai ratusan, belum terhitung yang luka berat dan luka psikis serta trauma. Diduga motifnya adalah serangan balasan atas apa yang terjadi di Suriah/Syiria. Seketika itu juga, ISIS yang dikenal sebagai kelompok garis keras dalam Islam, mengatakan bertanggung jawab akan serangan ke Paris tersebut.

Sementara itu disisi lain dunia, banyak bersimpati dan prihatin. Tidak terlupa juga rakyat Indonesia. Namun sebagian rakyat Indonesia menanggapinya dengan nada sinis. Seperti pada sebuah komentar di media sosial diatas.

Saya kira, yang namanya kekerasan bahkan disertai  pembunuhan, pasti dikecam oleh seluruh agama. Apalagi dengan cara membabi buta tanpa pandang bulu. Semua orang pasti tahu,  apa yang terjadi di Timur Tengah. Timur Tengah seperti daerah yang anti kedamaian. Dan, negara-negara Timur Tengah sebagian besar adalah Islam.

ISIS, konflik Sunni-Syiah, Israel-Palestina, Yaman, Suriah, Libanon dan seterusnya membuat negara-negara ini menjadi negara tanpa ketenangan. Beberapa kali pihak negara lain mencoba untuk menengahi, tapi apa daya, sepertinya sia-sia. Karena selalu dipenuhi praduga yang tidak berdasar dan terbukti. Kemudian menyalahkan pihak lain yang mengakibatkan perpecahan. Sementara di Indonesia, ketika yang diserang adalah Islamnya, seperti Palestina, banyak yang berteriak “Kemanakah Dunia?” , tapi ketika muslim Sunni di Yaman, membantai kaum muslim Syiah, umat Islam di Indonesia terdiam. Menurut mereka Syiah bukan bagian dari Islam. Tapi ketika Ahmadi Nejad terang-terangan memerangi Israel, umat Islam Sunni menyanjungnya.

Islam hancur karena kepentingan politik. Tercerai berai dan tak bisa menunjukkan kehebatan apa dan siapa itu Islam. Bahkan di Indonesia saat ini, yang terjadi seperti api dalam sekam, mulai terasa banyak benturan, namun belum mencuat keatas.

Janganlah menjadi Islam yang membuat standar ganda. Mengatakan Islam adalah ‘rahmatan lil alamin namun disisi lain ikut mendukung (walaupun diam-diam) serangan Paris. Apapun alasannya, kekerasan dan menimbulkan korban jiwa adalah kejahatan. Tak akan bisa menjadi pembenaran agama (apapun). Berempatilah kepada siapapun yang terkena dampak kekerasan atau yang menjadi korban.

CINTA DAN POLIGAMI

image

Suatu saat wall facebook saya melihat dan membaca sharing dari seorang teman, tentang status seorang ustad terkenal yang memperingatkan tentang POLIGAMI. Ditampilkan juga foto keluarga ustad tersebut bersama kedua istrinya. Mengenai ustad tersebut saya tidak ada komen apapun. Tapi saya lebih tertarik pada komentar-komentar tentang status yang dibuat ustad tersebut.

image

Seorang wanita, berkomentar atas status tersebut dan merasa keberatan bahwa dengan alasan “sunnah” maka seorang laki-laki berhak untuk mempunyai lebih dari satu istri. Dengan memberikan tambahan, jika benar-benar mengikuti ajaran sunnah maka nikahilah para janda-janda terlantar yang usianya lebih tua, atau janda-janda miskin. Komentar tersebut ditanggapi beragam kembali oleh komentar lainnya, baik yang pro dan kontra. Tetapi semua komen tersebut seperti hiburan bagi saya.

Sebagai laki-laki normal, tentu saja melihat wanita itu adalah keindahan. Nafsu birahi pun kadang naik. Tapi, apakah dengan itu cukup untuk bisa melakukan POLIGAMI? Ada banyak yang akan terluka, ada banyak yang akan kecewa, bilamana selalu memikirkan ego saja. Sepertinya para pemuka agama, selalu beralasan dengan ajaran sunnah. Apalagi, para istrinya tersebut telah didoktrin, jika tidak menuruti perintah suami akan jauh dari wangi surga. Ahh..saya tidak ingin sampai mendoktrin seperti itu. Pengabdian yang tulus, saling memberi dan saling membahagiakan lebih utama. Karena prinsip cinta adalah seperti itu. Memberikan pengorbanan kita agar pasangan kita selalu bahagia.

RELOKASI RUMAH SAKIT

Relokasi Rumah Sakit dimungkinkan dikarenakan, bangunan Rumah Sakit sebelumnya sudah mengalami masa usia yang cukup tua, juga pengembangan untuk merenovasinya sudah tidak memungkinkan. Selain itu juga ada kepentingan mengenai masalah tata ruang kota dimungkinkan juga untuk merelokasi Rumah Sakit.

Tahun ini di tempat saya bekerja yaitu RSU Daerah Provinsi akan merelokasi rumah sakit, ke daerah pinggiran kota. Relokasi Rumah Sakit tentu berbeda dengan relokasi kantor secara umum, mengingat bukan hanya barang yang dipindahkan, tetapi juga pasien dan alat kesehatannya. Karena berkaitan dengan nyawa maka dibutuhkan suatu rencana yang strategis agar semua tahap relokasi berjalan dengan baik.

Saya akan membahas tentang alat kesehatannya. Seperti yang kita ketahui, alat kesehatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan kebutuhannya dari rumah sakit, karena sebagai terapi atau diagnostik untuk pasien. Penanganannya pun haruslah berbeda. Ini saya jelaskan beberapa tahapan untuk relokasi alat kesehatan.

1. TAHAPAN PRA INSTALL

Tahapan Pra-Install adalah tahapan kegiatan pemenuhan penunjang alat, yg berada diluar fungsi internal alat itu sendiri, agar bisa bekerja optimal . Contohnya : Pembuatan grounding, pengkondisian suhu, Kestabilan listrik..dan lain-lain

2. TAHAPAN UN-INSTALL

Tahapan pembongkaran alat kesehatan, terutama alat kesehatan yg mempunyai ukuran besar seperti alat rontgen, CT-Scan, Operating Lamp, dan lain-lain. Diatur sedemikian lupa, agar tidak menyulitkan  pada saat RE-INSTALL

3. TAHAPAN RE-INSTALL

Tahapan menyusun kembali, setelah alat berada ditempatkan diruangan atau tempat yang baru.

4. TAHAPAN UJI FUNGSI DAN UJI COBA

Tahapan mengoperasikan kembali alat kesehatan yang telah di Install. Kondisi harus sama pada saat sebelum dipindah. Fungsi tombol atau pengaturan berfungsi dengan baik, dan uji coba bisa dilakukan dengan simulasi .

Karena sangat pentingnya alat kesehatan bagi treatmen pasien maka harus selalu “patient safety oriented”.