Paranoid

Suatu ketika saya melihat status Facebook di wall seorang teman, dia men-share sebuah status lagi,  yang kira-kira seperti gambar dibawah ini.

image

image

image

Dan seterusnya, masih banyak lagi lanjutannya .. Film animasi “Minion” merupakan film yang sedang hits pada saat ini. Karena animasi, maka biasanya segmen yang dituju adalah anak-anak. Dan memang, kalangan anak-anak sangat menyukainya,  bahkan tidak hanya anak-anak, yang remaja dan dewasa pun menyukainya. Bentuknya yang mini, lucu dan imut, bikin semua gemas terhadap para minion ini.

Tapi, entah bagaimana…,, ada saja orang yang selalu mengkait-kaitkan segala sesuatu yang sebenarnya koneksi antara yang satu dengan yang lainnya itu tidak ada hubungannya sama sekali, menjadi diada-adakan dengan segala macam dalih atau teori. Intinya adalah, film-film animasi ini adalah salah satu bagian dari sebuah skema “brainwash” , yang bisa merubah pandangan seseorang. Apalagi segmen yang disasar sebagian besar adalah segmen anak-anak. Benarkah itu ??

Tak ada yang bisa meyakinkan itu. Tapi satu hal yang pasti, ini terlalu berlebihan. Mungkin teorinya seperti teori hipnotis, dengan memunculkan  simbol-simbol tersembunyi, sehingga mampu menghipnotis atau mensugesti seseorang yang hingga mampu menpengaruhi pikirannya. Kenyataannya adalah, anak-anak atau orang-orang yang telah menonton  ini, tak satupun terpengaruh dengan hal-hal yang disembunyikan diatas.  Film ini termasuk film animasi laris, jutaan penonton telah menonton film ini  Artinya… bisa saja semua yang telah nonton ini berubah atau menjadi pindah agama, termasuk sebagian dari kita yang tinggal di Indonesia, pasti akan berbondong-bondong pindah agama  Arghh… masa sih ?

Saya telah nonton film “Despicable Me 1 dan 2” yang merupakan awal mula si “Minion” ini jadi tenar. Kesimpulan saya, ini cuma film animasi humor dan dibumbui drama .. that’s all. Tidak ada yang istimewa. Apalagi film ini, yang katanya prekuel dari “Despicable Me” .

Semua yang dibahas di status tersebut merupakan bagian dari “cocoklogi”. Dicocok-cocokan, memaksakan hal sesuatu disamakan dengan hal lainnya. Kesimpulannya pun bernada  sindiran dan provokatif. Padahal  tujuan awalnya dibuat cuma sekedar hiburan semata.

Paranoid adalah ketakutan yang sangat besar akan suatu hal. Dicocok-cocokan agar menjadi realistis. 

Disinilah pentingnya umat yang kritis dan cerdas. Harus dipahami, bahwa mengubah ideologi dan keyakinan tidak semudah dari sekedar hal-hal yang digambarkan diatas. Contohnya saja, Lia Eden, dia menyebarkan ajaran yang cukup “aneh” tapi takkan seorang pun yang bisa merubah keyakinan dia, kecuali dia sendiri yang ingin merubah keyakinannya dia. Artinya, keyakinan atau iman, dibentuk berdasarkan paham-paham atau ilmu-ilmu yang telah didapatkan, kemudian disimpulkan sesuai nalarnya masing-masing orang atau individu. Jadi salah satu benteng kuat agar tidak mudah terpengaruh, ya.. banyak-banyak ilmu. Bukan hanya sekedar menonton simbol-simbol tersembunyi, kemudian akan menjadi terpengaruh. Itu tidak akan cukup.

Nikmati saja filmnya… tidak usah berpikiran macam-macam, yang penting anak senang, yakinlah… apa yang disebutkan pada gambar diatas cuma kesimpulan yang tak berdasar.

.

Priangan_ekspres

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s