Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta (Arrival)

Beberapa waktu lalu, untuk pertama kalinya menyempatkan diri mampir kota Yogyakarta, dengan menggunakan pesawat. Penerbangan dari Lombok jadwalnya adalah pukul 06.00 WITA, sehingga waktu Check-in sekitar pukul 04.30 WITA. Mau tidak mau .. ya harus bangun dini hari sekitar jam 3.

image

Bandara Internasional Lombok di pagi hari

Suasana dingin dan berangin membuat terasa beku tangan. Bandara masih sepi. Hanya beberapa orang dari petugas keamanan yang mulai mengatur kendaraan yang mulai datang. Penerbangan paling pagi pertama adalah penerbangan ke Bali, kemudian baru ke Yogyakarta.  Pukul 5.30, terdengar pengumuman untuk segera boarding, padahal dibawah masih banyak penumpang yang check-in. Tapi itulah Lion .. kadang kalau lagi mood nya bener, malah boardingnya kecepetan.

Tepat pukul 06.00, akhirnya pesawat Lion dengan nomor penerbangan JT-235, terbang menuju Bandara Adi Sucipto.  Pemandangan yang indah dikala, melihat matahari terbit dibalik puncak Rinjani.

image

Menikmati matahari terbit

Lama penerbangan, sekitar 1 jam 30 menit. Waktu yang cukup lumayan untuk melanjutkan kembali sisa tidur yang tersisa.

image

Tiba di Bandara Adi Sucipto

Akhirnya terdengar juga pengumuman, bahwa akan segera mendarat di Bandara Adi Sucipto.  Terjadi perbedaan waktu selisih 1 jam lebih lambat dibandingkan waktu Lombok. Sehingga sampai di Bandaranya pun masih pagi.

Bandara Adi Sucipto sebenarnya milik TNI Angkatan Udara, sama seperti yang ada di Madiun. Kalau sekilas, sebenarnya bandara ini mirip dengan Husein Sastranegara di Bandung, tapi ini sedikit lebih besar. Membandingkan dengan Bandara Internasional Lombok? Masih besaran Bandar Internasional Lombok. Padahal status Bandara Adi Sucipto juga merupakan Bandara Internasional.

image

Selfi dulu di Bandara

Yang menarik dari Bandara ini adalah tersedianya, banyak angkutan yang terintegrasi. Dari mulai taksi, Damri, Trans Jogja, hingga Kereta Api. Khusus untuk Kereta Api, hanya 2 Bandara yang terintegrasi dengan angkutan yang satu ini, yaitu Bandara Kuala Namu, Medan Sumatera Utara, dan Adi Sucipto ini.

image

Terowongan penghubung menuju Shelter Trans Jogja dan Stasiun Maguwo

Saya ambil transportasi Kereta Api, mengingat lebih cepat ke pusat kota, dibandingkan dengan Trans Jogja. Dengan mengikuti petunjuk yang tertera menuju stasiun Maguwo, cukup nyaman sepanjang jalan, karena dilengkapi dengan pendingin terowongannya.

Sekitar 5 menit sampai di St. Maguwo. Stasiun ini sebenarnya stasiun baru. Stasiun lamanya berada sekitar 500 meter ke arah barat lagi. Di geser karena demi kepentingan integrasi angkutan.

image

Stasiun Maguwo, pandangan ke arah Timur

image

Stasiun Maguwo, pandangan ke arah Barat

Jika ingin ke Malioboro, maka pilihan naik Kereta adalah yang paling tepat. Karena dengan menggunakan Prameks atau Sriwedari, maka langsung berhenti di Stasiun Tugu, yang jaraknya tidak jauh dengan Jalan Malioboro yang terkenal.

Priangan_ekspres

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s