STASIUN CIAMIS

Inilah kota pertama yang paling saya rindukan setelah bertahun-tahun tidak berkunjung kesini. Walaupun bukan kota kelahiran, namun disinilah saya merasa bahwa kehidupan saya bermula dari sini. Ciamis sebenarnya merupakan kampung nenek saya, yang setiap lebaran pasti mudik sekeluarga. Saking rutinnya, pas sekali gak mudik rasanya ada yang kehilangan pada saat hari raya lebaran. Satu lagi, hobi saya terhadap Kereta Api juga bermula dari kota ini, karena dengan transportasi kereta api jarak ke rumah nenek, cukup jalan kaki saja.

papannamaciamis2

Sta. Ciamis berada ditinggian 199 m diatas permukaan laut, dan berada di jalur Bandung-Kroya.  Ke arah  timur, stasiun selanjutnya adalah Bojong, dan kearah barat stasiun selanjutnya adalah Manonjaya.

stasiunciamisdepanDulu jalan di depan stasiun ini, merupakan jalur bus Antar Kota Antar Proviinsi, sehingga sebenarnya letak stasiun ini waktu itu sangat strategis. Namun sekarang, bus-bus AKAP tidak melewati jalan ini karena terminal bus berpindah ke sisi selatan pusat kota Ciamis.

stasiunciamis2Setelah sekian lama, gak pernah pulang kampung ternyata sta. Ciamis sudah mempercantik diri. Peron yang ditinggikan agar mempermudah penumpang untuk naik, kemudian repaint sehingga sekarang tampak cantik.

emplasemenciamis2Dari sini kita dapat melihat, sta. Ciamis terdiri dari 5 jalur dengan 1 jalur merupakan spoor badug (buntu). Sistem persinyalan sudah elektrik.

tandonairciamisIni merupakan menara air, yang dulu digunakan pada lokomotif uap untu mengisi air.

Walaupun keliatan besar, jumlah pemberangkatan kereta api melalui stasiun ini tidak seramai Tasikmalaya dan Banjar. Kereta yang berhenti disini yaitu, KA Serayu (Jakarta-Kroya), KA Pasundan (Bandung-Surabaya), KA Kahuripan ( Padalarang-Kediri), KA Kutojaya Selatan ( Kiara Condong-Kutoarjo), serta KA kelas Bisnis Mutiara Selatan (Bandung-Surabaya Gubeng). Namun, PT KA DAOPS II Bandung 12 Agustus 2009 membuka relasi baru,yang ditujukan untuk penumpang daerah Priangan Timur ini. Nama KA nya adalah KA Priangan Ekspres kelas bisnis dan eksekutif dengan tujuan Pasar Senen-Banjar lewat Manggarai dan Tanah Abang.

ka.priangan ekspres di MRIGambar disamping merupakan rangkaian KA Priangan Ekspres yang berada di sta.  Manggarai.

ka priangan ekspres menuju THBKA Priangan Ekspres ditarik dengan lok CC 203.

Iklan

TES…TES…!!!

Wuihh akhirnya bisa juga ngeblog! Tapi apa yang mo ditulis ..?@^%#&^*^%#*^%$*!!! Dulu waktu belum bisa ngeblog sejuta ide ingin dituangkan lewat ketikan apalagi dah punya laptop ma koneksi internet lagi, sekarang begitu dah bisa sign up malah wussshhhh.. semuanya hilang lenyap!

Sekedar perkenalan aja deh! Nama asli YUSUF INDRA RUDIANA, lahir di Sibolga Sumatera Utara tahun 1978. Walaupun lahir di Sumatera tapi keluarga merupakan keturunan Sunda, karena kebetulan bapak ditugaskan di daerah Sibolga. Lima tahun saya di Sumatera, 1982 akhirrnya mengungsi ke Jakarta, setelah beberapa kali pindah akhirnya menetap di daerah Tangerang. Namun tampaknya darah perantauan menurun kepada anaknya yaitu saya, karena akhirnya saya juga merantau ke Nusa Tenggara Barat, daerah yang sama sekali belum terpikirkan untuk menjadi tujuan perantauan di kepala saya

Pada pertengahan tahun 2002, akhirnya saya ke Mataram NTB, dengan berbekal ijasah Elektromedik, tahun 2003 diterima sebagai PNS di rumah sakit Prop. NTB. Di NTB inilah saya akhirnya bertemu jodoh dan berkeluarga. 7 tahun di NTB membuat saya cukup kerasan,  hanya satu yang kehilangan dibandingkan dulu tinggal di P.Jawa, yaitu Kereta Api.

Banyak orang bertanya mengapa aku menyukai kereta api? Bermula dari kebiasaan mudik keluarga ke rumah nenek di Ciamis, dengan menggunakan Kereta Api.  Jalur yang dilewati memang jalur yang pemandangannya cukup indah sehinngga merupakan keasyikkan tersendiri bila mudik dengan menggunakan Kereta Api. Lama-lama akhirnya penasaran juga ingin lebih tahu dan menjadi seorang railfans.  Pada saat Lebaran Kereta Api merupakan transportasi  favorit, sehingga penumpang sudah pasti berjubel, namun saya memilih lebih baik berjubel di Kereta Api, daripada berjubel di bis.

Saat ini saya merasa kehilangan suasana seperti itu,suasana mudik dan kereta api.  Karena walaupun memungkinkan untuk perjalanan mudik,tetapi butuh biaya banyak untuk sekali perjalanan. Tahun ini ada rencana untuk mudik tapi tidak pas lebaran agar mengirit ongkos, sehngga suasana mudiknya yang hilang,tapi setidaknya kereta api tetap merupakan kendaraan favoritku.

Yusuf